Selasa, 15 November 2011

Yahoo, Google, Facebook etc : Semua Gratis?

Siapa pun pasti sangat menyukai hal yang satu ini; mendapatkan sesuatu secara cuma-cuma alias gratis. Dalam banyak kasus bahkan orang rela untuk berebut untuk mendapatkan barang yang gratis.
Pada sisi lain, sebagian pihak menilai barang yang gratis tidak punya nilai ekonomis. Sementara yang lain menganggap sesungguhnya tidak ada yang gratis, karena sejatinya yang gratis itu nilainya telah atau akan dikompensasi dari yang lain. Tapi percayalah, gratis kini menjadi fenomena ekonomi yang sangat dahsyat, bahkan menjadi salah satu platform bisnis utama di era internet.

Gratis mengubah Masa Depan Kita

Simak saja, bagaimana model-model bisnis yang dijalankan Google, Yahoo, Facebook, Youtube, Wikipedia, hingga Blacbarry semua berbasis gratis. Yahoo misalnya meraih jutaan pengguna di seluruh dunia karena mereka membagi-bagikan akun alamat electronic mail (email) secara gratis. Pola yang sama diikuti oleh Google dengan Gmailnya. Lain lagi dengan Facebook, siapapun dapat menjadi bagian dari komunitas pergaulan (social media) tanpa harus membayar ini dan itu, cukup mendaftarkan diri secara gratis, jadilah ia warga negara dunia maya.

Youtube dan Wikipedia lebih radikal lagi, untuk mengunduh dan menyaksikan tayangan video dan yang berjumlah jutaan yang tersimpan di Youtube orang cukup masuk saja ke situs Youtube. Sementara bagi yang ingin mengunggah video dapat melakukannya dengan terlebih dahulu menjadi member, itupun gratis.

Wikipedia lebih dahsyat lagi, siapa pun bisa mengunduh naskah ensiklopedi yang meruntuhkan kejayaan Ensiklopedia Britannica dan Americana itu. Dengan mekanisme tertentu siapapun bisa menyunting, memperbaiki, dan melengkapi naskah-naskah yang telah ditulis oleh orang lain dan ditampilkan di situs ini. Semuanya gratis !

Logikanya, yang gratis itu tidak ekonomis. Tapi dalam banyak fakta, justru yang gratis menjadi bisnis yang luar biasa bernilai ekonomis tinggi. Mark Zuckenberg adalah anak muda pemilik situs Facebook yang mendadak kaya raya berkat situs gratisnya itu.

Demikian juga Jimmy Wales sang pemilik Wikipedia, atau Larry Page dan Sergei Brin sang pemilik Google, maupun Jerry Yang dan David Filo pendiri Yahoo, setidaknya hidup berkecukupan, tak kalah dengan Bill Gates yang menciptakan dan menjual perangkat lunak Operating System Windows atau Steve Jobs yang berdagang perangkat keras Macintosh beserta turunannya seperti Ipad yang fenomenal.

Sumber gambar : Powerlistmarketing


2 komentar: