Sebenarnya, gratis dalam dunia bisnis bukan barang baru. Chris Anderson, seorang mantan editor majalah The Economist menulis buku yang menjadi best seller di Amerika Serikat tahun 2009 berjudul Free : The Future of a Radical Price (diterbitkan versi bahasa Indonesia oleh Gramedia 2010). Buku ini mengungkap bagaimana gratis menjadi sebuah ekonomi baru yang telah berkembang seiring dengan pendekatan modern dalam bisnis.
Dikisahkah olehnya, di Amerika Serikat pada tahun 1902 adalah Woodward pemilik perusahaan Genesee yang memproduksi gelatin bermerek Jell-O memasang iklan di harian Ledie's Home Journal. Iklannya menyatakan bahwa Jell-O adalah Hidangan Penutup Paling Terkenal di Amerika Serikat. Masih menurut iklan itu "produk ini dapat disajikan dengan penambahan krim dan puding yang sederhana. Tapi jika Anda menginginkan sesuatu yang mewah, ada ratusan kombinasi lezat yang dapat disiapkan dengan cepat".
Untuk keperluan itu, Genesse mencetak puluhan ribu selebaran yang berisi resep-resep Jell-O dan melalui para petugas penjualannya brosur itu ia bagikan kepada ibu-ibu rumah tangga secara gratis. Tak tik ini konon membuat Jell-O menjadi makanan penutup paling populer dan melonjakkan penjualan produk itu ratusan kali lipat. Pada tahun 1904 saja mereka meraup pendapatan 1 juta dollar US. Tak tik gratis seperti ini kemudian menjadi model bisnis yang banyak diikuti oleh para pelaku usaha lainnya hingga kini.
Masih menurut Anderson, dalam ekonomi konvensional sebenarnya esensi gratis adalah subsidi silang. Kita memperoleh sebuah barang secara gratis tapi sebenarnya sang penjual atau sang produsen telah memperoleh pendapatan dari penjualan atau produk yang lain yang terkait dengan barang atau jasa yang gratis tadi.Siaran radio atau televisi sebenarnya merupakan contoh paling baik untuk hal ini. Kita dapat mendengarkan siaran radio atau menonton televisi secara gratis, sebagai kompensasinya kita harus membaca atau menyaksikan iklan-iklan yang ditayangkan dalam acara itu.
Sebab, dari para pengiklan itulah pengelola radio dan televisi memperoleh pendapatan untuk membiayai produksi dan bahkan keuntungannya.
Sumber gambar :
0 komentar:
Poskan Komentar