Senin, 17 Oktober 2011

Wani Piro, Ungkapan Lucu sekaligus Bernada Satire

Kaget campur geli ketika staf saya berkata demikian sambil nyengir. Ungkapan itu muncul tadi pagi ketika saya memintanya untuk mengambil map laporan di ruangan atasan. "Yang warna biru ya?" demikian permintaan sederhana saya."OK, wani piro Pak ?"jawabnya. Weleh, kami pun ketawa ngakak. Suasana benar-benar cair.

Awalnya saya tidak pernah tau apa artinya "Wani Piro". Tapi syukurlah sebulan yang lalu saya mendapatkan maknanya dari internet. Agaknya ungkapan dalam bahasa Jawa itu sungguh bermakna dalam. Tidak hanya sederhana, ungkapan itu mengandung satire dan kritik sosial, sekaligus mengundang tawa. Lucu, karena begitu diucapkan, kita seolah mentertawakan budaya korupsi yang menggurita di negeri ini. Kata-kata itu terasa menggelikan ketika setiap perintah atau permintaan bantuan selalu diiringi pamrih.



Menurut saya, ungkapan ini sangat bagus untuk introspeksi massal. Tidak hanya sekedar mencairkan suasana dengan komedi situasinya, namun sanggup mengusik nurani bagi yang mendengarnya.

Sudah lazim sejak dulu di negeri kita beberapa urusan mesti diselesaikan dengan duit alias uang pelicin. Pelayan masyarakat ingin dilayani. Beda dengan luar negeri, public servant atau pelayan masyarakat konsisten dengan fungsinya. Di kita bahkan terbentuk sebuah ungkapan yang menunjukkan betapa parahnya pelayanan masyarakat yang dirusak oleh oknum : jika bisa dipersulit, mengapa mesti dipermudah? Ujung-ujungnya, jika urusan ingin dipermudah, pakailah pelicin.

Lebih ironis lagi, singkatan sebuah provinsi yakni Sumut malah diplesetkan menjadi Semua Urusan Mesti Uang Tunai. Atau Riau : Rusak Iman Akibat Uang. Semua kata-kata itu mengandung humor, sekaligus peringatan, kekecewaan atau keputusasaan akan kondisi yang sulit untuk diubah.

Nah, jika Anda terhibur membaca postingan ini, berani bayar berapa? Wani piro ?

Baca juga : Siapa pria yang bersama Sophia Latjuba itu??



4 komentar:

  1. Pak, tak kasih komen ya. "wani piro" ..ha..ha..ha.. ungkapan yang dalam maknanya itu pak.

    Salam kenal, mampir juga dan jadi teman di blog saya ya. Salam Indonesia :)

    BalasHapus
  2. OK mas Aji, makasih sama-sama

    BalasHapus
  3. bayarane seberapa jauh Mba Galu terhibur membacanya hehehehe

    BalasHapus