Sabtu, 29 Oktober 2011

Koleksi Hantu Tanpa Pocong dan Sundel Bolong

Cerita- cerita ini mungkin tidak ada manfaatnya bagi sebagian besar orang. Tapi karena masih nempel di benak saya, tidak ada salahnya saya numpang tempel di sini, biar kengerian berkurang. Mungkin juga ada manfaat, setidaknya jadi inspirasi bagi pembaca yang gemar bikin cerpen atau novel. Jangan takut, saya gak akan komplain. Soalnya kalo saya yang mengembangkan ceritanya, takutnya ketakutan saya semakin bertambah. Lebih ekstrim lagi ntar ada pula pembaca yang balik nakuti-nakutin saya.

Nah, (cerita) hantu-hantu di masa kecil saya ini unik. Napa? Karena tidak mengenal yang namanya Pocong dan Sundel Bolong. Ha ha ha. Makanya hantu, eh....cerita hantu ini ngebet banget pengen ikut lomba blog unik dan lucu di hari-hari terakhir. Sayang, karena kisahnya terjadi di masa kecil, saya batalkan niat untuk mengerahkan mereka untuk mengikuti lomba.

Adapun tempat kejadian sengaja disensor, saya tak mau mengundang polemik. Sebagai gambaran : kira-kira peristiwa’s terjadi di bawah tahun 1974, saat di kota kami sepeda motor bisa dihitung dengan jari, dan listrik hanya 110V. Sebagai tambahan, saya sudah 17 tahun meninggalkan kota kelahiran saya itu.

Narasumber cerita’s ini adalah orang-orang terdekat saya, termasuk di antaranya tetangga. Kalo mendengar gaya mereka bercerita, saya tidak melihat tanda-tanda bahwa mereka hendak menakut-nakuti saya. Maksud saya, apa yang mereka ceritakan itu mungkin benar-benar terjadi, setidak-tidaknya menurut mereka. Lagipula, para saksi ( yang bercerita ) lebih dari satu orang. Sudahlah, kita mulai saja :

1. Hantu Perawan Minta Bonceng : Hantu ini sering gangguin para pria atau bapak-bapak yang gemar pulang malam. Pulang malam di sini dalam konotasi negatif, misalnya abis berjudi atau mabuk dari nightclub. Lucunya, yang digangguin hanya orang yang pake sepeda (padahal zaman dulu emang motor gak banyak). Awalnya, sang cewek seolah-olah pulang kemalaman juga. Begitu ditawarin untuk diantar, dia nurut aja. Rumah yang dia bilang selalu melewati jalan gelap yang sepi.Nah di sanalah para pengayuh sepeda merasakan makin lama makin berat. Padahal jalan gak nanjak. Begitu dilihat ke belakang, buaaaaa……Sang Perawan sudah gak ada. Yang tertinggal hanya suara tawa ngeri membahana.

2. Hantu Serdadu Belanda : Serdadu ini selalu berdiri dengan pakaian lengkap dengan memanggul sangkurnya. Hanya saja, menurut saksi mata mukanya gak kelihatan, tertutup tanah berlumpur, demikian juga seragamnya. Kemunculannya selalu di bawah lonceng tua Pos Jaga, sekitar jam 2 malam. Tidak pernah gangguin orang lewat, disiplin kali ye ?

3. Hantu Jangkung : Yang ini tingginya hampir sama dengan pohon kelapa, berwarna hitam. Kemunculan tidak harus tengah malam, jam 8 pun pernah ada yang liat. Biasanya hanya berjalan dan terus berjalan. Tidak pernah mengganggu. Baik amat ?

4. Hantu sepasang kaki : Hanya sepasang kaki mulus dari lutut ke bawah. Biasanya suka menyapa ibu-ibu yang mencuci di malam hari.Apalagi yang sumurnya terpisah dari rumah induk. Maklum, jaman dulu mesin cuci boleh dikatakan belum ada, langka. Dia selalu negur ibu-ibu dengan sebutan “Tanta”. Mungkin arwah noni Belanda. Hiiiii

5. Hantu Jembatan Tua. Mau dibilang hantu apa pantes ? Soalnya hanya anak-anak kecil yang berlarian di jembatan, tapi kalo didekatin menghilang. Wussssss. Orang bilang itu arwah tumbal anak-anak waktu jembatan besar itu dibangun. Jembatan Tua itu dibangun di jaman Belanda. Tega amat tuh Tuan Meneer.

6. Hantu Perempuan Terbang : Perempuan berambut panjang dengan gaun tidur putih ini terbang cepat melintasi gerombolan anak2 muda yang gemar begadang. Biasanya lewat jam 1 malam. Kalo dikejar atau dikepung , tiba-tiba menghilang. Ngingetin supaya cepat tidur kali ya ?

7. Hantu Kandang Kerbau : Ada kandang kerbau di tepi kota, dekat jalan setapak menuju hulu sungai. Tak jauh dari sana, berdiri tegap rimbunan pohon manggis dan pohon kapuk. Nah, itu perempuan separo baya dengan rambut awut-awutan dan tampang mengerikan nangkring di dahan pohon kapuk. Kakinya menjuntai. Cuma saja, gak pernah turun. Kemunculannya di malam bulan sabit. Gak usah takut, kan gak bisa turun. Cuma ketawanya cekikan kalo liat orang tak dikenal. Hi hi hi hi

8. Hantu Cuci Piring : Suara gelas dan piring yang lagi dicuci, tapi anehnya di ruangan lobi. Di sebuah rumah sakit tua. Abis makan tuh hantu.

Udahlah, jangan banyak-banyak. Kalo Anda ngasih komentar, gak usah panjang-panjang ya. Ngeri. Kita cuma berbagi hantu, tapi gak usah berhubungan dengan mereka.

Awas di belakang Anda !! He he.

0 komentar:

Poskan Komentar